Walau lomba makan kerupuk tapi tetap Islami…..

Aku tahu, 17 Agustus memang sudah lewat. Tapi, bukan berarti perlombaan ini hilang sekejap setelah berakhirnya tanggal 17 Agustus. Aku tahu, mungkin sekitar beberapa bulan yang lalu adalah 17 Agustus.

Oke, itu memang tak apa-apa. Tapi, yang akan saya bahas di sini adalah adalah terselip sunnah Rasulullah yang padahal bisa ditunaikan tapi tidak ada atau tidak mau mengaplikasikan/mempraktekkannya. Apa itu?

MAKAN KERUPUK SAMBIL BERDIRI

Padahal ya, kita bisa menyelipkan sunnah di dalamnya, seperti yang dikatakan oleh Nabi :

Anas r.a berkata,” Nabi s.a.w melarang orang minum sambil berdiri.Qotadah bertanya kepada Anas r.a,”kalau makan bagaimana?” “Kalau makan berdiri lebih busuk  dan  jahat” (HR. Muslim)

Seperti yang dikatakan oleh sabda Rasul dan sunnahnya. Tapi, realita nyata di kehidupan kita selama ini adalah.. Lomba makan kerupuk yang tidak islami dan tidak mendidik pesertanya.

Kenapa harus aku tulis seperti itu? Karena, saat peserta memulai aksinya memakan kerupuk. Maka peserta dengan muka tidak berdosa langsung melahap kerupuk itu tapi sambil berdiri. Tapi duduk sama sekali. Dan panita dengan muka tidak berdosanya yang menyelanggarankan acara hanya melihat dan mengamati.

Sebenarnya, jika peserta ingin menegakkan sunnah Rasul, sebenarnya gampang saja. Ia tinggal duduk saja. Karena tempat perlombaan kerupuk sangat memungkinkan untuk dirinya untuk bisa mengegakkan sunnah Rasul dengan cara berdiri. Jujur saja, aku tidak pernah ikut lomba makan kerupuk selama aku hidup. Hehe

Indha punya satu cerita yang menarik dan bisa menjadi solusi buat kamu-kamu yang menjadi panitia perlombaan.

Ketika itu malam, aku dan teman-teman sedang menginap di sekolah. Mungkin, itu hari terakhir kami bercengkrama dalam heningnya malam. Tapi mereka bisa menjadikan malam seperti siang. Saat itu Ustad Dede memindahkan kursi ke luar kelas. Aku yang melihatnya dari jauhan hanya bisa berfikir dalam hati.

Ternyata ia membuat lomba kerupuk. Semua teman-temanku dan guru yang ada di sekolah ikut. Kecualiu aku, Yusuf, Ms. Fatma, dan Ust. Habibi. Kami mungkin terlalu malas untuk ke arah selatan. Kami memutuskan untuk tetap di tempat sambil mengipasi jagung dan sosis bakar. Kami jadi cerita. Ms. Fatma bilang kepada aku dan Yusuf, katanya sayag kalau kita enggak ikut lomba di sana. Ah, tapi enggak tahu kenapa kami malas untuk ke sana.

Tapi salah satunya, aku juga mau temenin Ms. Fatma. Masa ia perempuan sendirian? Iya gak.. Kami juga tertawa-tawa bersama. Apalagi Ust. Habibi, dia yang buat kami tertawa. Ia juga cerita.. Ia menyesal mengapa tak mengajak ustad Dahlan untuk ikut ke sekolah. Ia juga cerita banyak ke kami. Ah… Kok Indah jadi ngelantur gini.

OKe, ternyata saat perlombaan itu selesai, aku baru sadar bahwa bangku2 itu untuk lomba kerupuk. Dan ternyata peraturan lomba makan kerupuk itu adalah dengan memakan kerupuk tapi harus duduk. Jika tidak duduk ia tak bisa ikutan lagi.. Indah juga baru tahu, kalau selama ini sekolah SDku Azhari Islamic School jika menyelanggaran lomba kerupuk ternyata, selalu dengan duduk.

Jadi ini juga bisa menjadi games edukasi buat peserta atau murid-murid. Baguskan ya? Kita dapet pahala waktu lomba makan kerupuk. Diawali dengan do’a makan dan bismillah.:D

 

 

sumber : http://www.indahislam.com/walau-lomba-kerupuk-tapi-tetap-islami/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s